CIMAHI – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar program pendampingan keuangan digital “Fin-Track SMK” di SMK Sangkuriang 1 Cimahi untuk mencegah inflasi gaya hidup (lifestyle inflation) pada Generasi Z, Kamis (13/8). Program berlangsung sejak Mei hingga Agustus 2026.

Pelatihan dan pendampingan dirancang untuk membangun kebiasaan finansial sehat melalui pencatatan arus kas harian, evaluasi belanja, dan pengelolaan uang saku secara terencana. Kegiatan dilakukan bertahap asesmen kebutuhan, pelatihan dengan pre-test dan post-test, serta monitoring berkala.

Hasil Positif dan Perubahan Perilaku

Perubahan positif terlihat setelah program berjalan, berupa

– Peningkatan disiplin mencatat arus kas digital

– Penurunan pengeluaran nonesensial

– Tumbuhnya kebiasaan menabung

Kepala SMK Sangkuriang 1 Cimahi, Nasrullah Nurul Rohmat, menilai program itu relevan membekali siswa mengelola keuangan secara efektif.

Keterampilan ini penting untuk kebutuhan kini dan bekal masa depan,” ujarnya.

Kerentanan Generasi Z dan Pentingnya Literasi Aplikatif

Kerentanan Generasi Z terhadap konsumerisme didorong oleh kemudahan teknologi digital dan paparan media sosial. Literasi keuangan teoretis dinilai tidak cukup tanpa praktik pengelolaan uang sehari-hari.

Kecerdasan finansial ditekankan sebagai kemampuan mengendalikan konsumsi dan mengambil keputusan rasional. Pendidikan keuangan di sekolah perlu dikembangkan secara aplikatif agar siswa mampu membangun kebiasaan finansial mandiri.

Dengan demikian, teknologi digital diharapkan tidak menjerumuskan Generasi Z ke dalam konsumerisme yang mengganggu stabilitas keuangan masa depan mereka.