BANDUNG – Menjadi pelatih Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bukan hanya tentang melatih baris-berbaris, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, dan kekompakan para anggota. Komitmen ini terus dijalankan oleh para pelatih Paskibraka Kota Bandung dalam membina calon pengibar bendera untuk peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Pelatih Paskibraka DPPI Kota Bandung, Naufal Daffa Colaiuta, menyatakan pengalamannya sebagai anggota Paskibraka menjadi alasan utama dirinya menjadi pelatih. Peran tersebut memberikan tanggung jawab besar untuk membimbing generasi muda, Kamis (6/8).

Dulu saya pernah berada di posisi mereka. Saat menjadi pelatih, saya baru merasakan bahwa tanggung jawabnya tidak mudah. Saya ingin melihat adik-adik bisa berkembang melalui Paskibraka,” ujarnya.

Tantangan Menyatukan Peserta dari Berbagai Latar Belakang

Menurut Daffa, tantangan terbesar dalam pembinaan adalah menyatukan peserta dari berbagai sekolah dan latar belakang. Melalui latihan konsisten, peserta dibina untuk membangun kekompakan, saling percaya, dan kerja sama demi menjalankan tugas mengibarkan Sang Merah Putih dengan baik.

Kesabaran dan Pendampingan Jadi Kunci

Pelatih Paskibraka Kota Bandung, Diva Sania, menuturkan setiap peserta memiliki karakter berbeda sehingga membutuhkan kesabaran dan pendampingan selama latihan.

Membina dan mengarahkan adik-adik agar dapat menjalankan setiap arahan dengan baik merupakan tanggung jawab kami sebagai pelatih,” katanya.

Melalui pembinaan berkelanjutan, para pelatih berharap nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan kebersamaan yang ditanamkan selama latihan dapat menjadi bekal bagi anggota Paskibraka, tidak hanya saat tugas kenegaraan tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.