Pelindung Hewan – Pemerintah Kelurahan Pelindung Hewan, Kecamatan Astana Anyar menggelar pelantikan pengurus Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di Kelurahan Pelindung Hewan, Rabu (25/2). Dalam agenda tersebut, Camat Astana Anyar, Drs. H. Amin Jarkasih, M.M., meminta jajaran kepengurusan yang baru dilantik untuk segera mengoptimalkan alokasi dana program Prakarsa yang mencapai Rp100 juta per RW.
Camat Amin menegaskan, posisi RT dan RW merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun sinergi dengan masyarakat. Ia berharap para ketua RW dan RT yang baru dapat menjalankan peran tersebut secara maksimal, terutama dalam merealisasikan program-program pemberdayaan.

“Ini kan pelantikan RT dan RW. Mereka adalah lembaga kemasyarakatan yang menjadi mitra pemerintah. Kita support terus. Apalagi kalau ada kegiatan seperti ini, saya berikan motivasi dan arahan supaya ke depan kita bisa terus bermitra dengan berbagai pihak,” kata Amin usai pelantikan.
Ia mengungkapkan, di Kecamatan Astana Anyar saat ini terdapat 10 RW dan 58 RT. Terkait pendanaan, Camat Amin menjelaskan bahwa program Prakarsa untuk tahun 2026 telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 juta untuk tiap RW. Dana tersebut disalurkan melalui kelurahan masing-masing dengan mekanisme dokumen penggunaan anggaran yang dikelola di tingkat kelurahan.
“Untuk anggaran tahun 2026 ada program Prakarsa. Di tiap RW ada anggaran Rp100 juta. Langsung melalui kelurahan, nanti kelurahan yang menyusun dokumen penggunaan anggarannya,” jelasnya.
Sementara itu, Lurah Pelindung Hewan, Ahmad Nurhasan, S.STP., melaporkan bahwa di wilayahnya terjadi perubahan jumlah RT. Dari semula 59 RT, kini berkurang menjadi 58 RT. Pengurangan ini disebabkan oleh alih fungsi lahan di RW 07 dari kawasan pemukiman menjadi lokasi pembangunan rumah sakit.
“Untuk hari ini, dari sebelumnya Bu Aida, RW 07 sekarang dijabat oleh Bu Yuyun Yuningsih. Jumlah RW di Kelurahan Pelindung Hewan tetap 10, namun RT berkurang satu menjadi 58,” terang Ahmad.
Yuyun Yuningsih, Ketua RW 07 yang baru dilantik, menyampaikan bahwa keberhasilan program di tingkat RW sangat bergantung pada partisipasi seluruh warga dan Lembaga Ketahanan Masyarakat (LKK). Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kunci utama dalam merealisasikan berbagai prakarsa pembangunan.
“Semua program pemerintah, sebaik apapun ide-ide ketua RW, tidak akan terlaksana kalau tanpa bantuan dari seluruh LKK dan warga. Itu visi misi saya. Prakarsa apapun kalau tidak dibantu warga, tidak mungkin sukses,” tegas Yuyun.
Ia juga mengungkapkan telah mengajukan sejumlah usulan infrastruktur untuk wilayahnya, termasuk pembangunan posyandu, penguatan karang taruna, dan perbaikan lingkungan. Dari total dana Prakarsa sebesar Rp200 juta, Yuyun mengalokasikannya untuk sektor-sektor prioritas tersebut.
“Kami fokus pada sanitasi dan pengerjaan paving block. Karena wilayah RW 07 rentan banjir, kami mau kembali ke sistem tanah yang baik. Jangan pakai rabat beton,” pungkasnya.
