BANDUNG – Wali Kota Bandung mengajak para ulama dan umaro (pemimpin) untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun kota yang unggul, amanah, maju, dan agamis. Ajakan itu disampaikan dalam silaturahmi bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan para alim ulama di Pendopo Kota Bandung, Jumat (13/3/2026).
“Kebersamaan ulama dan umaro merupakan kekuatan penting dalam menjaga harmoni dan pembangunan kota. Kolaborasi ini menjadi fondasi menghadapi berbagai tantangan perkotaan sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat,” ujar Wali Kota.
Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Kota Bandung tersebut secara khusus mengajak para ulama, ustaz, ustazah, serta pengasuh pesantren dan majelis taklim untuk ikut memakmurkan Masjid Agung Alun-Alun Bandung. Masjid ini merupakan masjid wakaf milik seluruh umat Islam di Kota Bandung.
“Masjid Agung ini adalah warisan para pendiri Kota Bandung lebih dari 200 tahun lalu. Karena itu, mari kita makmurkan bersama, misalnya dengan menggelar kajian rutin minimal seminggu sekali di masjid ini,” ajaknya.
Wali Kota menegaskan, jika Masjid Agung semakin ramai dan makmur, pemerintah kota akan terus meningkatkan fasilitas di sekitarnya, termasuk perbaikan area parkir dan kebersihan lingkungan.
Hadir dalam silaturahmi tersebut Guru Besar Prof. Miftah Farid bersama para ulama dari berbagai pondok pesantren. Turut hadir Ketua DPRD Kota Bandung H. Asep beserta anggota DPRD, unsur Forkopimda, Ketua Pengadilan Negeri, Sekretaris Daerah, serta para tokoh dan pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam.
Di luar agenda utama, Wali Kota juga menyampaikan sejumlah persoalan kota yang sedang ditangani, termasuk kerusakan jalan akibat galian serta adanya aktivitas galian ilegal yang diduga dilakukan untuk mencuri kabel tembaga.
Ia menegaskan akan berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk mengungkap pelaku serta memastikan kejadian serupa tidak terulang.
“Mohon doa dari para ulama agar kami diberi kekuatan dalam menjalankan amanah dan menyelesaikan berbagai persoalan kota demi kenyamanan masyarakat,” pungkasnya.
Silaturahmi ini diharapkan mampu semakin mengeratkan hubungan ulama dan pemerintah sehingga dapat bersama-sama menjaga kondusivitas serta memperkuat nilai keagamaan di Kota Bandung.
