BANDUNG – Dalam rangka mengawal proses Rekrutmen Polri 2026, Divisi Propam Polda Jawa Barat mengoptimalkan layanan pengaduan berbasis digital QR Code Yanduan. Masyarakat yang menemukan indikasi kecurangan dalam seleksi dapat melapor hanya dengan memindai barcode menggunakan ponsel.

Kabid Propam Polda Jabar Kombes Pol. Adiwijaya menyatakan, setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti paling lambat 1×24 jam. Pelapor juga diberikan nomor laporan khusus untuk memantau perkembangan kasus secara mandiri dan transparan.

“Jika pelanggaran terjadi di wilayah hukum Polda Jabar, kami akan langsung menindaklanjuti dalam waktu kurang lebih satu hari. Tidak perlu ragu, identitas pelapor dijamin aman,” ujar Adiwijaya dalam Podcast Sobat Propam Polri, Rabu (1/4/2026).

Layanan QR Code Yanduan merupakan inovasi yang digagas Kadivpropam Polri Irjen Pol Abdul Karim, M.Si. Sistem ini memadukan teknologi informasi dengan prosedur pengaduan yang telah ada untuk memangkas birokrasi pelaporan.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan menjelaskan, inovasi ini bertujuan meningkatkan transparansi dan mempercepat penanganan laporan dugaan pelanggaran anggota Polri. Masyarakat umum dapat menggunakannya selama memiliki ponsel pintar dan koneksi internet.

“Cukup scan QR Code menggunakan kamera HP, lalu isi formulir pengaduan online dengan data yang lengkap dan jelas. Privasi pelapor akan kami jaga dengan ketat,” kata Hendra.

Adapun pelanggaran yang dapat dilaporkan meliputi pelanggaran disiplin, kode etik, penyalahgunaan wewenang, tindakan tidak profesional, hingga pungutan liar (pungli).

Dalam konteks rekrutmen Polri 2026, Propam Jabar menjadikan QR Code Yanduan sebagai alat utama pengawasan seleksi. Masyarakat, calon siswa, dan orang tua diminta segera melapor jika menemukan oknum yang menawarkan bocoran soal atau menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.

Propam akan memasang spanduk dan standing banner berisi QR Code Yanduan di titik-titik lokasi seleksi sebagai bentuk pengawasan sekaligus pencegahan pelanggaran.

“Mari kita ciptakan anggota Polri yang bersih dan berkualitas lewat pengawasan bersama,” pesan Adiwijaya.