BANDUNG – Seorang pengendara sepeda motor mengalami patah tulang pada kaki kanan setelah terlibat kecelakaan lalu lintas dengan sebuah truk Pertamina di Flyover Pasopati, Minggu (12/4/2026) pukul 07.25 WIB. Korban saat ini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung, AKP Fiekri, mengungkapkan bahwa insiden berdarah tersebut bermula ketika sepeda motor yang melaju dari arah timur menuju barat diduga kuat melakukan manuver menyalip di ruas jalan yang sempit.
“Pengendara tersebut gagal menyelesaikan aksinya lantaran terlalu dekat dengan median jalan pembatas,” ujar AKP Fiekri kepada awak media di lokasi kejadian, Minggu.

Korban yang belum diketahui identitas lengkapnya itu kemudian kehilangan kendali, menabrak bagian samping truk Pertamina yang melaju di jalur sebelahnya, dan langsung terjatuh dengan keras di atas aspal. Akibat benturan yang cukup dahsyat tersebut, pengendara motor menderita patah tulang pada kaki kanan serta sejumlah luka lecet di beberapa bagian tubuhnya.
Warga sekitar yang melihat kejadian secara langsung segera bergerak cepat mengevakuasi korban. Mereka kemudian melarikannya ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif dan menyeluruh.
“Saat ini korban sedang menjalani perawatan di RSHS. Tim medis masih melakukan penanganan lebih lanjut terhadap luka patah tulang yang dialaminya,” ungkap salah satu petugas kepolisian yang bertugas mengamankan lokasi kejadian.
Sementara itu, arus lalu lintas di sekitar Flyover Pasopati sempat tersendat dan mengalami kemacetan panjang akibat insiden tersebut. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara teliti serta mengatur arus kendaraan agar tidak terjadi kemacetan yang lebih parah.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, kondisi truk Pertamina yang terlibat kecelakaan diketahui hanya mengalami kerusakan ringan pada bagian samping kanan. Sopir truk tersebut saat ini tengah dimintai keterangan secara intensif oleh pihak kepolisian untuk mendalami secara lebih rinci penyebab pasti kecelakaan yang merenggut nyaris merenggut keselamatan pengendara motor tersebut.
Belum diketahui secara pasti apakah korban saat itu menggunakan helm atau perlengkapan keselamatan berkendara lainnya seperti jakot, sarung tangan, atau sepatu. Petugas juga masih terus mendalami apakah pengendara motor tersebut dalam kondisi sehat dan prima atau dipengaruhi oleh faktor lain seperti kelelahan, kurang konsentrasi, atau bahkan pengaruh sesuatu yang lain.
Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat yang hendak berkendara, khususnya di kawasan Flyover Pasopati yang memang dikenal memiliki kontur jalan yang menikung dan cenderung sempit, agar senantiasa waspada dan mematuhi seluruh aturan lalu lintas yang berlaku demi keselamatan bersama.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mematuhi aturan lalu lintas saat berkendara. Jangan memaksakan diri menyalip jika kondisi jalan tidak memungkinkan demi keselamatan bersama,” demikian pernyataan resmi dari petugas kepolisian yang bertugas di lokasi kejadian.
Hingga berita ini diturunkan pada Minggu, korban masih menjalani perawatan intensif di ruang instalasi gawat darurat RSHS Bandung. Sementara itu, petugas kepolisian dari Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung masih terus melakukan olah TKP secara lebih mendalam dan pengumpulan keterangan dari saksi-saksi yang melihat langsung kejadian untuk mengetahui secara lengkap kronologi kecelakaan yang terjadi pada Minggu pagi yang cukup ramai kendaraan tersebut.
