Cirebon, 19 April 2026 — Kondisi jembatan gantung yang berada di Desa Kanci Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, kini memprihatinkan dan dinilai membahayakan keselamatan warga. Dari pantauan di lapangan, sejumlah papan lantai jembatan terlihat lapuk, berlubang, serta rangka besi yang mulai berkarat, sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan bagi pengguna yang melintas.
Jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan aktivitas warga sehari-hari, termasuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan mobilitas antarwilayah. Namun, kerusakan yang terjadi saat ini membuat warga harus ekstra hati-hati saat melintas, bahkan sebagian memilih mencari jalur alternatif yang lebih jauh.
Seorang tokoh masyarakat setempat, Warnadi, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Ia menegaskan bahwa jembatan ini memiliki peran penting dalam menunjang perekonomian warga.
“Jembatan ini sangat vital bagi masyarakat. Kalau kondisinya seperti ini, tentu menghambat aktivitas, terutama bagi warga yang membawa hasil usaha atau kebutuhan sehari-hari. Kami berharap pemerintah segera melakukan revitalisasi sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Warnadi.
Selain faktor keselamatan, kondisi jembatan yang rusak juga dinilai menghambat kelancaran distribusi barang dan jasa di wilayah tersebut. Warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk segera melakukan perbaikan atau pembangunan ulang jembatan.
Masyarakat juga menilai bahwa penanganan infrastruktur seperti ini perlu menjadi prioritas, mengingat dampaknya yang langsung dirasakan oleh warga. Revitalisasi jembatan tidak hanya akan meningkatkan keamanan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Hingga saat ini, warga masih menunggu langkah konkret dari pihak berwenang guna memastikan jembatan tersebut dapat kembali digunakan secara aman dan layak.
Cakra
