Bandung Barat, – Prosesi haru mewarnai penyerahan batu nisan dari Polda Jawa Barat kepada keluarga korban tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (5/3/2026). Batu nisan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi para korban yang jenazahnya telah teridentifikasi secara forensik.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim DVI (Disaster Victim Identification), satu korban telah berhasil diidentifikasi. Korban tersebut adalah Tiara Anisa, seorang perempuan berusia 18 tahun, warga Kampung Babakan, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Identifikasi dilakukan dengan mencocokkan sampel DNA dari dua kantong jenazah (PM/062/022/DVI-CSR/063-BP dan PM/062/022/DVI-CSR/064-BP) dengan data ante mortem keluarga.

Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menyatakan bahwa pemberian batu nisan ini merupakan rangkaian penanganan pascabencana. Tujuannya adalah memastikan setiap makam korban memiliki tanda yang layak dan sesuai dengan identitas resmi.

“Proses identifikasi dilakukan secara profesional dan ilmiah untuk memberikan kepastian kepada keluarga. Dengan adanya penanda makam ini, kami berharap keluarga yang ditinggalkan bisa lebih tenang,” ujar Kombes Hendra.

Meskipun suasana duka masih menyelimuti, kehadiran petugas dalam prosesi penyerahan batu nisan diharapkan menjadi penguatan bagi keluarga korban. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan, khususnya di wilayah rawan longsor seperti Cisarua