Bandung Barat, – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat akan menyalurkan bantuan pangan kepada 153.981 warga menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H. Bantuan berupa beras dan minyak goreng bersumber dari Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).
Penyaluran bantuan dijadwalkan berlangsung pada Februari-Maret 2026. Total alokasi beras mencapai 3.079.620 kg, sementara minyak goreng sebanyak 615.924 kg.
Selain bantuan pangan, pemerintah daerah menggelar Gerakan Pangan Murah (Gapura) Amanah untuk menjaga stabilitas harga. Operasi pasar tersebut akan dilaksanakan di tiga kecamatan, yakni Cipeundeuy pada 4 Maret, Ngamprah pada 5 Maret, dan Cililin pada 10 Maret 2026.
“Kegiatan ini tidak hanya untuk menjamin ketersediaan pangan saat hari raya, tetapi juga bagian dari pengendalian inflasi selama bulan Ramadan,” ujar Kepala DKPP Kabupaten Bandung Barat, Lukmanul Hakim.
Sebelumnya, pemerintah telah mendistribusikan satu ton Beras SPHP di Desa Nanggerang Jaya pada 27 Januari 2026. Selain itu, sebanyak 10 karton Minyak Kita dikirim ke pedagang Pasar Tagog Padalarang untuk menekan Indeks Harga Konsumen.
DKPP mencatat stok Beras Premium dari Cadangan Pangan Pemerintah Daerah saat ini mencapai 84.655,9 kg. Berdasarkan proyeksi neraca pangan akhir Januari 2026, stok jagung, cabai, dan beras dalam kondisi aman. Namun pasokan bawang putih dan kedelai masih terbatas sehingga perlu perhatian khusus.
Untuk kelancaran distribusi, DKPP menjalin kerja sama antar daerah dengan Kabupaten Bandung, Cirebon, dan Sumedang. Pemantauan harga dilakukan melalui aplikasi Si Imah Pangan dan Panel Harga Pangan, serta rapat inflasi mingguan bersama Kementerian Dalam Negeri.
asasY
