KOTA BANDUNG, – Pemerintah Kota Bandung mendorong penguatan peran kewilayahan dalam pengelolaan sampah agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat dan selaras dengan program prioritas lingkungan.
Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, menekankan bahwa penanganan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan tingkat kota, tetapi harus didukung aksi nyata dari tingkat kelurahan hingga RW. Hal itu disampaikannya dalam Apel Mulai Bekerja di Plaza Balai Kota Bandung.
“Monitoring harus terus berjalan agar seluruh program yang dirancang dapat terlaksana optimal dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Iskandar.
Ia menyebut penguatan kewilayahan penting untuk mendukung program Buruan Sae, yang berfokus pada pengelolaan lingkungan secara mandiri dan berkelanjutan. Saat ini, evaluasi program Prakarsa tengah disiapkan, termasuk laporan pertanggungjawaban keuangan dengan skema satu kelurahan satu RW.
Rapat Prakarsa nantinya akan digunakan untuk mengukur efektivitas program, mengidentifikasi hambatan, serta merumuskan perbaikan agar pelaksanaannya semakin akuntabel.
Tahun ini, program Prakarsa akan diperluas ke seluruh RW di Kota Bandung. “Karena akan diterapkan di semua RW, persiapan harus sungguh-sungguh agar tidak menimbulkan masalah ke depan, baik dari segi pelaksanaan maupun administrasi,” tambah Iskandar.
Upaya ini diharapkan dapat mempercepat penanganan persoalan sampah sekaligus mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi warga Bandung.
